HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN PROFIL LIPID
Oleh :
Ida Nurwati, Veronika Ika Budiastuti
Latar belakang : Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyebab utama kematian disebagian besar negara-negara maju dan prevalensi meningkat dengan cepat di negara-negara berkembang. Sejumlah faktor resiko PJK antara lain hiperkolesterol, obesitas, merokok, hipertensi dan diabetes melitus. Diet dianggap variabel lingkungan yang paling berkaitan dengan profil lemak tubuh. Asupan makanan harus selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh dan juga tidak berlebihan sehingga menyebabkan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT/ Body Massa Index / BMI) dengan profil lipid. Metode : Cross Sectional. Populasi penelitian 33 orang yang melakukan medical check up di RS Islam Klaten memenuhi kriteria dewasa (berumur 20 – 57 tahun), laki –laki, tidak ada infeksi (laboratorium darah, urin dan feses ), dan gula darah normal. Sampel diperiksa secara fisik dan laboratorium. Pemeriksaan fisik meliputi berat badan, tinggi badan, suhu tubuh. Pemeriksaan laboratorium terdiri atas pemeriksaan urin & feses rutin, dan darah rutin, gula darah, kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, SGOT dan SGPT. Hasil : ANOVA menunjukkan bahwa 0,019 atau 1,9 % variasi kolesterol dipengaruhi oleh variasi IMT (nilai F :1, 605; p = 0, 215); 0, 022 atau 2, 2 % variasi trigliserida dipengaruhi oleh variasi IMT (nilai F : 0 ,693 ; p= 0,412); 0, 013 atau 1, 3 % variasi LDL dipengaruhi oleh variasi IMT (nilai F : 1,413 ; p= 0,244); dan 0, 002 atau 0, 2 % variasi HDL dipengaruhi oleh variasi IMT (nilai F : 0 ,058 ; p= 0,811) Simpulan : Tidak ada korelasi antara indeks massa tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) dengan profil lipid; serta indeks masa tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) tidak dapat digunakan untuk memprediksi profil lipid

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.